Popular posts

EMILIO OKTORI On Selasa, 02 Oktober 2012


 Section 4
kekuatan berasal dari IBU


Kepergian seseorang untuk membuat diri nya lebih baik hal yang perlu di semangati sertadi dukung,bukan lah bersedih,,karna kesedihan itu hanya untuk kepuasan diri sendiri.Mencoba ihklas dengan keadaan ini
,memang terasa kehilangan itu saat dia tak ada di samping ku,dan juga ini bukan lah akhir,
semogah ia berhasil
akan ku songsong babak baru

sebulan penuh aku merasah dalam kesendirian karna hari-hari ku biasa nya bersama dia
tapi kini aku hanya sendiri aku perlu motifasi baru,


Di kelas baru ku
teman-teman ku rata-rata orang baru di kelas ini, hampir sama aku baru masuk sekolah kemarin
sebulan setelah peristiwa itu,Aku mulai memotifasi diri ku sendiri,Aku harus lanjut dengan kegiatan sekolah ku untuk sebuah pencapaian nanti.

siang itu di kelas ku kami belajar
aku duduk di bangku paling belakang tepat nya duduk sendiri
dan belum terlalu berbaur bersama teman-teman di kelas baru ku.
karna kejadian itu hari-hari ku Cuma sekolah terus pulang,tapi setelah ingat tujuan dia, aku mencoba mengerti dan memahami
saat nya untuk semangat kembali

saat itu kami belajar matematika bersama buk Yuni, beliau pun juga bertindak menjadi wali kelas kami
aku pun mengikuti pelajar serta ikut masuk dalam nuasa pelajaran, tak lama berselang buk Yuni memberi kami tugas 1 buah
“siapa yang bisa  mengerjakan soal ini akan ibu kasih nilai tambah” ujar buk Yuni
mendengar itu aku bersemangat mengerjakannya
5 menit berselang aku baru mengerjakan separuh tugas ter sebut
tiba-tiba ada suara keras penuh percaya diri di depan ku
saya sudah buk”ucap ARNOL dengan menunjukan tanggan
ia pun langsung menujuh papan tulis mengerjakan soal tersebut
aku pun lanjut menyelesaikan pekerjaan ku

setelah selesai menulis di papan,Arnol kembali kebangku
aku lihat jawaban yang ia kejakan Benar

sepontan dalam hati ku menjawab pintar Arno ini

ibu Yuni pun menyuruh kami memberi tepuk tangan kepada Arno

setelah itu waktu pulang pun tiba

cukup sekolah hari ini
Aku pun bergegas pulang ke rumah
Sesampai dirumah aku istirahat dan membantu kegiatan di rumah

pada malam hari nya aku belajar untuk pelajaran besok
sebelum tidur aku tersenyum sendirian
mengingat kenangan ku bersama Lisa
“semoga ia sukses di sana”

pagi hari nya aku dan teman sekelas ku masuk pelajaran bahasa Indonesia
kami belajar dengan serius
tampak dari raut muka mereka
saat itu buk Zaleka menceritakan semacam cerita rakyat kami di suruh mendengar kan Ia bercerita
“gimana cerita nya anak-anak? Tanya buk Zaleka
dengan kompak kami menjawab “bagus Buk”
“kini tugas kalian, siapa di antara kalian yang bisa menceritakan kembali cerita yang ibu bacakan tadi
tanpa melihat buku?

kembali ARNOL mengangkat tangan
dia kembali maju kedepan dan menceritakan kembali cerita yang di bacakan buk guru tadi

kembali Arnol berhasil menceritakan cerita tersebut
dalam perasaan ku mulai timbul rasa salut kepada ia
hebat benar anak itu

istirahat siang

pada saat istirahat siang ini aku meghampiri Arnol
tapi dia malah menjauhi aku
dalam hati ku mengerutk”sombong nya dia”

tak lama berselang Arjun teman sebangku Arno menghampiriku
Arjun: ada apa Vin?
Kevin;gx jun,kenapa anak itu sombong ?
arjun:aku juga gak tahu vin,aku pun sebangku dengan ia pun,bicara hanya seperlu nya saja.
Kevin:oh begitu
arjun:ia vin tapi dia itu pintar
Kevin:ia dia pintar

3 bulan berlalu

aku pun mulai memiliki banyak teman-teman di sini
pagi ini kami belajar kembali

belajar pagi ini adalah fisika
terlihat di depan ku Arno tertidur di meja belajar
aku ingin menegur nya,tapi aku juga takut ia marah terhadap ku karna membangun kan dia
pak Hakim dengan penuh semangat mengajar pada hari ini
ia pun memberikan kami soal untuk di kerjakan
kami pun mengerjakan perintah dari pak Hakim
setelah 1 jam berselang
pak hakim memili beberapa orang di antara kami untuk maju mengerjakan soal terrsebut
tiba-tiba ia melihat Arnol sedang tidur di dalam kelas
ia langsung marah terhadap Arnok
memukul mejah,Arnol pun terkejut

Arnol:ada apa pak?
pak Hakim:berani kamu tidur di pelajaran saya?
Arnol:maff pak saya kecapekan.
pak Hakim:baik, silah kan kerjakan soal nomor 1,kalo kamu tidak bias akan saya hukum.

kami terdiam dengan suasana marah nya pak Hakim
seperti bunyi petir di siang hari yang panas

Arnol pun mengerjakan soal tersebut
sungguh membuat kami tercengang Dia mampu mengerjakan soal itu
padahal ia tak melihat bapak menjelaskan

hebat betul Arnol

pak Hakim tak jadi memarahi Dia,karna keberhasilan Ia menjawab soal tersebut


setelah itu istirahat siang
Aku semakin penasaran dengan kepintaran Arnol

Aku mencari ia saat istirah,aku bertanya dengan fitri kemana Dia

Kevin : lihat Arnol fit?
fitri :dia ke kantor guru vin,ada apa?
Kevin : gak ada kok fit.

waktu masuk pun telah tiba.

terlihat Arnol memasukan buku ke dalam tas dan ia pulang
tak jelas apa yang terjadi
kami pun tak dapat kabar,Hari sebagai ketua kelas kami pun tak ia beri tahu?
memang sikap yang aneh

jam sekolah hari ini suda selesai

di mulai dengan hari baru lagi
Hari mengumum kan bahwa Arnol 1minggu izin gak bisa masuk,karna ibu nya sakit

aku pun di tawari oleh Arjun untuk duduk sebangku dengan dia
Selama seminggu ini aku sebangku dengan Arjun

Aku pun akrab dengan Dia


Seminggu berselang,saat itu aku lupa kalo Arnol telah masuk kembali sekolah
pagi itu aku masih menaruh tas ku di sebelah bangku Arjun
tapi Arnol menaruh tas ia di bangku biasa aku tempati

Kevin : nol, duduk lah di bangku mu!
Arnol :biar aku duduk disini,lebih nyaman sendiri.

sebetul nya aku sedikit kesal dengan jawaban dia.

bel masuk pun telah berbunyi
pagi ini kami kembali belajar matematika
seperti biasa buk Yuni mengajar
setelah itu buk Yuni kembali memberi soal yang ber sifat bonus siapa yang bias mengerjakan nya
tak lama berselang Arnol kembali menujuk tangan maju kedepan
ia pun berhasil mengerjakan nya

dalam hati ku”hebat dia ini padah sudah seminggu gak masuk,tapi dia tidak sedikit pun tinggal pelajaran”

istirahat siang ini terlihat Arnol hanya duduk di bangku
terasah di benak ku aku ingin belajar dengan ia,tapi Dia sombong
membuat ku hilang inisiatif utuk itu

3 hari berlalu

terlihat pagi ini Arnol kembali tertidur di ruangan kelas
sudah seminggu berselang fenomena itu terus terjadi
aku perhatiakan badan ia pun terlihat kurus

rupanya kejadian ini bukan hanya aku yang memperhatikan
tapi rekan-rekan yang lain pu juga begitu

Hari mengajak kami untuk mengintai dan memperhatikan apa yang di kerjakan oleh Arnol
hamper tiap hari ia tidur di kelas

aku,Hari,dan Arjun di perintahakan buk Yuni untuk mencari tahu

sepulang sekolah,kami bertiga membuntuti Arnol dari belakang
dia menaiki angkutan umum dan bukan arah pulang kerumah nya
kami pun meminta kepada pak sopir untuk mengikuti mobil yang di naiki Arnol

akhir nya Angkutan umum tersebut berhenti di rumah sakit
kami pun lekas turun dan mengikutin ia secara diam-diam
ia langsung masuk ke ruang pasien kami bertiga hanya melihat dari kejauhan
meliahat ia duduk di samping wanita tua
sepertinya ibu nya
dengan tas masih di sandang ia memijat kaki ibu nya

sudah 2 jam berselang kami lihat ia masih memijat bagian kaki ibu nya

kami mencoba mendekati dari arah berbeda dengan jarak agak dekat
terlihat dan terdengar
ia menangis dan berkata”buk cepat lah sembuh”
Cuma kata-kata itu yang terkeluar

anak itu gak Cuma pintar ia,tapi juga berbakti” ucap ku kepada teman-teman

Hari :ayo teman-teman kita pulang , nanti malam kita datang lagi kesini.
Arjun:ok teman, ayo Vin


setelah melihat itu kami segerah pulang untuk persiapan melihat Arnol nanti malam

setelah malam tiba
aku pun bersiap dan berpamitan kepada kedua orang tua ku untuk pergi melihat Arnol
orang tua aku pun merestui kepergian ku malam itu

sesampai nya di rumah sakit aku langsung melihat Arnol mendampingin ibu nya

tetapi Arjun dan Hari pun blum juga tiba

Aku pun masi mengamati Arnol
terlihat ia masi mengunakan seragam lengkap dan merebahkan kepala di tempat tidur

penuh penasaran aku pun bertanya kepada perawat yang baru suda mengantar obat kepada ibu Arnol

Kevin :maff mbak , ibu-ibu itu sakit apa?
perawat :kata dokter dia kena penyakit jantung, keluarga nya dek?
Kevin : bukan mbak, itu anak nya teman kami
perawat : ou..anak itu tiap hari mendampingi ibu nya semenjak masuk ke ruangan ini.
               kami juga menghawatir kan dia,takut ikut sakit juga,
Kevin :gak terlihat, keluarga yang laen nya mbak?
perawat : kemarin ada, laki-laki, tapi langsung di usir dengan anak itu
              kami pun panik dengan kejadian kemarin
              karena mengangu kenyamanan pasien yang lain.
Kevin : begitu ia mbak,
            terimakasi mbak.

tiba-tiba Arjun dan Hari memanggil ku

Hari : vin..
Kevin : ia ri,kemana aja kalian ?
Arjun : kami tadi susah cari angkutan vin.
Kevin :ou okelah teman, ayo kita lihat Arnol

malam ini kami juga melihat Arnol dari kejauhan

sontak kami terkejut Arnol membaca buku pelajaran
ternyata selain berbakti dia juga tidak mengabaikan sekolah nya.

aku merasa salut dengan yang di lakuakan oleh Arnol
sikap dan perilaku dia begitu hebat
malam itu kami hanya sekedar melihat pemandangan itu
kami merasa segan untuk mendatangi Arnol

kami betiga pun segera pulang
dan siap memberi laporan kepada buk Yeni

sesampai nya di rumah
aku pun belajar dan tidur

pagi itu aku kesiangan sampai di sekolah
tiba di pintu pagar aku lihat Arnol menuju masuk kedalam kelas
kebetulan pagi itu adalah pelajaran buk Yeni

kami pun tak di beri hukuman,lansung di suruh mengikuti pelajaran pagi itu

istirah siang

Hari : vin,semua kegiatan kita semalam sudah aku ceritakan kepada buk Yeni,
Kevin :sip Ri..

ayo kita coba mengobrol dengan Arnol ujar ide dari Hari.

kami pun berdua mencari tempat tongkrongan Arnol siang ini
terlihat ia duduk menyandar di belkang perpustakan sekolah

Kevin :kamu sedang apa Nol?
Arnol :”balas hanya dengan sedikit senyuman”
Hari : kamu sakit Nol?
Arnol :apa peduli kalian “sambil berdiri dan berusaha menjauh dari kami”
Kevin : tunggu dulu kawan.
Arnol : aku sedang malas bicara dengan semua orang jadi urus saja urusan kalian sendiri”

aku dan Hari terdiam dan merasa kasihan dengan apa yang terjadi pada dia,

ke esokan hari nya Arnol tak sekolah,tanpa surat izin
kemanalah anak itu

di hari yang baru pun Arnol juga tak mengikuti pelajaran
malam ini aku mengajak teman-teman ku untuk kerumah sakit lagi melihat Arnol

sesampai nya dirumah sakit kami bertiga menuju ruangan tempat Ibu Arnol di rawat
tetapi tempat yang ditempati oleh ibu Arnol kosong tampah penghuni

aku pun pergi mencari informasi kepada perawat di ruanga itu.

Kevin : maff mbak orang yang sakit di situ sudah pulang?
perawat : ada apa dx? Menanyakan itu?
Kevin : soal nya itu orang tua teman kami mbak.
perawat : gak dapat kabar dari dia?
Kevin : kabar apa mbak?
perawat : dek ibunya teman kamu itu sudah meningal 1 hari yang lalu.
Kevin :benar begitu mbak “jawab dengan gagap dan ter kejut”

tanpa pamit aku pun segera meningalkan perawat tadi dan langsung mengajak teman-teman ku pulang,

maff teman-teman ibu Arnol sudah meninggal
kami langsung berduka dengan kabar itu

kami pulang menuju rumah
menungu hari esok

di pagi itu kami langsung menemui buk Yuni untuk memberikan informasi penting itu.

setelah itu kami menuju kelas untuk belajar pagi itu
beberapa menit lagi mau masuk pelajaran
pagi itu kami kembali terkejut
terlihat sosok Arnol masuk kelas

dengan sigap aku belari dan mengahampiri Anol
dan mengucapkan belah sungkawa sebesar-besar nya
tapi apa yang di jawab Arnol

Arnol :jangan pernah mencampuri urusan orang tahu.

aku terkejut dengan jawaban itu.
bersmbung…..


{ 3 komentar... read them below or Comment }

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. *masukan_ juntuk percakapan langsungnya jangan gunakan yang seperti itu bg.
    misal_ Kevin : ARNOL?
    Arnol : ada apa lagi..
    Kevin : aku inggin menggembalikan buku mu ini “dengan di iringi gemuruh dan ujan gerimis”
    tapi_ "Arnol" teriak Kevin.
    "ada apa lagi?" sahut kevin.
    "aka mau ngembaliin bukumu" jawab Kevin sedikit keras. agar suaranya terdengar di antara gerimis dan gutur yang bersahutan.
    *hanya sedikit masukan bg, semoga berguna :)
    #jangan pernah biarkan tinta dalam penamu habis. tetap berkarya :)

    BalasHapus